“Science, Nature, and Research” are the core of our values

Tumor dan Kanker

Tumor adalah benjolan yang muncul akibat sel-sel tubuh tumbuh secara berlebihan. Kondisi ini terjadi ketika sel lama yang seharusnya mati masih terus bertahan hidup, sementara pembentukan sel-sel baru terus terjadi.

Tumor dapat tumbuh di bagian tubuh mana pun dan bisa bersifat jinak atau ganas. Tumor jinak sendiri adalah tumor yang tidak menyerang sel normal di sekitarnya dan tidak menyebar ke bagian tubuh lain. Sementara tumor ganas, atau disebut juga dengan kanker, bersifat sebaliknya.

Apakah kanker itu?

Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di dalam tubuh. Pertumbuhan sel abnormal ini dapat merusak sel normal di sekitarnya dan di bagian tubuh yang lain.

Kanker merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di seluruh dunia. Kanker sering menyebabkan kematian, karena penyakit ini umumnya tidak menimbulkan gejala pada awal perkembangannya. Akibatnya, kondisi ini baru terdeteksi dan ditangani setelah mencapai stadium lanjut.

Penyebab Kanker

Penyebab utama kanker adalah perubahan (mutasi) genetik pada sel sehingga sel tersebut tumbuh tidak normal. Sebenarnya, tubuh memiliki mekanisme sendiri untuk menghancurkan sel abnormal ini yang disebut NK Cell (Natural Killer Cell). Namun, bila mekanisme tersebut gagal, maka sel abnormal akan tumbuh secara tidak terkendali.

Faktor yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker berbeda-beda, tergantung pada jenis kankernya. Meski demikian, tidak ada jenis kanker yang spesifik hanya dipicu oleh satu faktor.

Faktor yang diduga berisiko menyebabkan mutasi genetik pada sel-sel normal dan kegagalan tubuh untuk memperbaikinya antara lain:

  • Riwayat penyakit kanker dalam keluarga
  • Usia di atas 65 tahun, meski sebagian jenis kanker lebih banyak terjadi pada anak-anak
  • Kebiasaan merokok
  • Paparan radiasi, zat kimia (seperti asbes atau benzene), atau sinar matahari
  • Infeksi virus, seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HPV
  • Paparan hormon dalam kadar tinggi atau jangka panjang
  • Obesitas
  • Kurang gerak dan tidak rutin berolahraga
  • Penyakit yang menyebabkan peradangan jangka panjang, seperti kolitis ulseratif.
  • Daya tahan tubuh menurun, misalnya akibat menderita HIV/AIDS

Gejala Kanker

Gejala yang timbul akibat kanker juga bervariasi, tergantung pada jenis kanker dan organ tubuh yang terkena. Beberapa keluhan yang sering dialami penderita kanker adalah:

  • Muncul benjolan
  • Nyeri di salah satu bagian tubuh
  • Pucat, lemas, dan cepat lelah
  • Berat badan turun secara drastis
  • Gangguan buang air besar atau buang air kecil
  • Batuk kronis
  • Memar dan perdarahan secara spontan
  • Demam yang terus berulang

Untuk mendiagnosis kanker, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan menjalankan pemeriksaan fisik. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter kemudian akan menentukan tingkat keparahan (stadium) kanker. Secara umum, tingkatan kanker dibagi menjadi stadium 1, 2, 3, dan 4. Makin tinggi stadium kanker, gejala penyakitnya akan makin parah dan kemungkinannya untuk sembuh makin kecil.

Tinggi rendahnya stadium kanker akan ditentukan berdasarkan ukuran kanker, ada tidaknya penyebaran kanker ke kelenjar getah bening di sekitarnya, dan seberapa jauh penyebaran kanker ke organ lain.

Perlu diketahui bahwa pengobatan kanker dapat menyebabkan berbagai efek samping, salah satunya adalah berkurangnya jumlah sel darah putih sehingga tubuh pasien rentan terkena infeksi.

Pencegahan Kanker

Pada tahun 2014, lebih dari 1,5 juta orang Indonesia meninggal karena penyakit kanker. Di Indonesia, jenis kanker yang menyebabkan kematian terbanyak pada pria adalah kanker paru-paru, sedangkan jenis kanker penyebab kematian terbanyak pada wanita adalah kanker payudara.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggalakkan program perilaku CERDIK untuk mencegah kanker. 

  • Cek kesehatan secara berkala
    Konsultasikan dengan dokter mengenai perlunya tes skrining kanker berdasarkan faktor risiko yang Anda miliki.
  • Enyahkan asap rokok
    Merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai jenis kanker, terutama kanker paru-paru.
  • Rajin aktivitas fisik
    Rutin berolahraga selama setidaknya 30 menit setiap harinya.
  • Diet sehat dengan kalori seimbang
    Perbanyak makan buah-buahan, sayuran, biji-bijian (misalnya gandum), dan makanan yang kaya akan protein.
  • Istirahat yang cukup
    Kurang tidur dapat meningkatkan risiko terkena kanker.
  • Kelola stress
    Stres berlebihan dan berkepanjangan dapat menyebabkan munculnya kanker.

Bagaimana Cara Melawan Sel Kanker?

Kanker merupakan salah satu penyakit di dunia yang belum ditemukan obat atau cara penyembuhannya. Meskipun demikian, Anda dapat melawan sel kanker dengan menstimulasi sel pembunuh alami (NK Cells) yang ada di dalam tubuh semua manusia agar kembali aktif. Ini merupakan satu-satunya cara untuk memperlambat pertumbuhan sel kanker yang menyerang tubuh Anda. Setelah aktif, sel pembunuh alami (NK Cells) akan membantu tubuh Anda untuk menyerang sel kanker yang bersarang di dalam tubuh Anda.

Nutrisi Oligopeptida Salmon Oncorhynchus Keta Sangat Baik untuk Atasi Efek Radiasi pada Penderita Kanker

Pada pasien kanker yang mendapatkan radioterapi, umumnya melaporkan adanya efek samping seperti : kulit gatal, kering dan kemerahan; rambut rontok; diare; mudah lelah; terasa mudah capek, dll. Pada kondisi seperti ini, tentunya nutrisi yang tepat akan sangat membantu dalam melewati masa pemulihannya. Peneliti memberikan hasil penelitian mereka, yang mendapati bahwa salmon mempunyai banyak sekali asam amino yang sangat dibutuhkan dalam proses pemulihan akibat radiasi. Pada saat penelitian dilakukan, pemberian salmon Oncorhynchus Keta setelah mengalami radiasi, diperoleh bahwa leukosit mengalami peningkatan dan kerusakan sel akibat oksidasi berkurang. Dan mereka menganjurkan agar pasien kanker yang menerima radiasi bisa diberikan anjuran peptida dari salmon Oncorhynchus Keta.

https://yuk-simak.info /nutrisi-oligopeptida-salmon-chum-sangat-bermanfaat-atasi-efek-akibat-radiasi-pada-penderita-kanker/

MANFAAT TAKARA KOMBU FUCOIDAN

  1. Takara Kombu Fucoidan adalah salah satu tipe polisakarida, disebut polisakarida-tersulfatkan kompleks, ditemukan pada rumput laut seperti alga coklat, echinoderma, dan rumput-rumput laut lain, dan telah diteliti memiliki uji klinis sebagai anti-kanker.
  2. Takara Kombu Fucoidan juga memiliki manfaat untuk menjaga tingkat keenceran darah, dan memperbaiki sistem imun serta meningkatkan produksi antivirus dan antioksidan.
  3. Fucoidan menstimulasi sel pembunuh alami (Natural Killer Cells – NK Cells) dan penurunan faktor transkripsi AP-I, yang berperan dalam pertumbuhan dan pembelahan sel.
  4. Fucoidan dapat menyebabkan kematian sel pada banyak kasus sel kanker pada manusia. Fucoidan mencegah pertumbuhan sel, menyebabkan kematian sel yang terprogram, dan menekan pembentukan sel darah baru pada sel kanker tiroid.
  5. Mengurangi Tingkat Racun Kemoterapi pada Pasien Kanker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fucoidan membantu mengatur terjadinya kelelahan selama kemoterapi. Kemoterapi dengan fucoidan dapat dilanjutkan untuk jangka waktu yang lebih lama daripada kemoterapi tanpa fucoidan. Sehingga pasien kanker yang menggunakan fucoidan mempunyai rate untuk selamat lebih besar dibandingkan pasien yang tidak menggunakan fucoidan. Takara Kombu Fucoidan adalah salah satu kandungan bahan aktif yang ada di Utsukushhii. Karena itu, sangat baik untuk penderita kanker yang sedang menjalani proses kemoterapi.

Utsukushhii Gold memiliki peran penting dalam melawan sel kanker karena memiliki kemampuan untuk mengaktifkan kembali sel pembunuh alami (NK Cells) di dalam tubuh Anda. Kandungan Salmon Oncorhynchus Keta dan Takara Kombu Fucoidan sangat membantu penderita kanker yang sedang menjalani terapi penyembuhan.