Mengenal Stroke Lebih Jauh
Apa itu stroke?
Penyakit stroke adalah penyakit yang terjadi ketika pasokan darah menuju ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Tanpa darah, jaringan otak tidak akan mendapat asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati.
Penyakit ini merupakan kondisi yang dapat mengancam hidup seseorang dan dapat menimbulkan kerusakan permanen pada otak.
- Serangan pembuluh darah otak mendadak
- Baik sumbatan atau pendarahan
- Mengganggu fungsi otak
- Menyebabkan kematian dan kecacatan
- Stroke adalah pembunuh nomor 1 di Indonesia
- Stroke tidak pandang bulu
- Stroke penyebab kecacatan nomor 1
- 1 diantara 6 orang akan mengalami stroke di seluruh dunia (WSO, 2019)
Gejala stroke dapat berupa :
- Masalah berbicara
- Masalah pendengaran
- Sakit kepala dan pusing
- Kehilangan keseimbangan
Gejala awal stroke
- Tekanan darah tinggi
- Pengelihatan bermasalah
- Mati rasa pada salah satu sisi tubuh
- Pusing / migrain
- Lelah tanpa alasan
- Kaku pada leher atau nyeri pada bahu
Siapa saja yang bisa kena stroke? Kenapa seseorang terkena stroke? Apakah bisa dicegah? Apakah bisa diobati?
Penyakit ini tidak hanya menyerang orang tua, tetapi juga usia muda dikarenakan pola hidup yang tidak sehat.
Kenapa terkena stroke?
- Karena mempunyai faktor risiko
- Faktor risiko yang tidak dapat diubah (usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, ras)
- Faktor risiko yang dapat diubah (hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, merokok, stress, obesitas, gangguan tidur, dsb)
Stroke dan beberapa gejalanya
- Gangguan berbagai indera
- Sering mengantuk
- Gangguan ingatan
- Kesulitan membaca dan menulis
- Permasalahan pada otot
- Kehilangan keseimbangan
- Sering kesemutan
- Kontrol pada kandung kemih berkurang
Gejala awal stroke pada penderita diabetes
- Wajah tampak turun pada satu sisi
- Kelemahan pada satu sisi anggota gerak
- Kesulitan berbicara
- Sakit kepala
- Kehilangan keseimbangan
- Mengompol
Penyebab Stroke
1. Hipertensi
Hipertensi bisa menyebabkan pembuluh darah menyempit, bocor, pecah, atau tersumbat. Hal ini dapat mengganggu aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak. Jika hal ini terjadi, sel-sel jaringan otak akan mati dan menyebabkan terjadinya stroke.
- Faktor risiko stroke utama
- 70% pasien stroke terkait tekanan darah tinggi
- Tekanan darah di atas atau sama dengan 140/90 mmHg
- Tidak dikenali dan tidak diobati (silent killer)
2. Diabetes
Peluang penderita diabetes 1.5 kali lebih besar dibandingkan orang normal. Hal ini disebabkan karena kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes yang disebabkan oleh sel pankreas yang terganggu, yang dapat berujung pada pembentukan lapisan lemak dalam pembuluh darah (sumbatan kolesterol).
- Merusak organ multiple
- Gula darah puasa >126 mg/dL, 2 jam setelah makan >200 mg/dL, atau HbA1c >6.5%
- Meningkatkan risiko stroke 2-3 kali lipat
3. Merokok
Memiliki kebiasaan merokok kerap mengubah kecepatan aliran darah melalui pembuluh darah ke otak dan akan mengalami perubahan setelah merokok.
Perubahan yang terjadi secara terus-menerus ini, akan mengakibatkan lapisan pembuluh darah otak memicu penyakit serebrovaskular, yang sering terjadi pada penderita stroke.
- Merusak organ multiple
- Meningkatkan risiko stroke 2-3 kali lipat
- Risiko berlipat jika ada faktor risiko lain
4. Kurang Olahraga
Kurang olahraga pada usia muda juga dapat memicu terjadinya penyakit kronis, seperti stroke dan diabetes. Hal ini dikarenakan dengan olahraga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), memperbaiki aliran darah, dan mengurangi kadar lemak di dalam tubuh.
DIslipidemia
- Kolesterol total >200 mg/dL, LDL >130 mg/dL, HDL <40 mg/dL, trigliserida >150 mg/dL
- Meningkatkan risiko stroke dan kematian akibat jantung
- 70% metabolisme tubuh dan 30% makanan
5. Stress Berlebihan
Semakin tinggi tingkat stress yang dialami seseorang, maka akan semakin tinggi juga resiko penyakit jantung dan stroke yang dihadapinya. Amigdala (bagian pada otak) yang bertanggung jawab untuk menanggulangi stress.
- Meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke
- Memacu nadi tinggi dan tidak teratur
- Meningkatkan resistensi insulin dan obesitas
6. Obesitas
- Terutama obesitas sentral
- Laki-laki dengan lingkar perut >90 cm, perempuan dengan lingkar perut >80 cm
- Meningkatkan stroke 2 kali lipat
7. Gangguan Tidur
- Sleep apnea dan mendengkur
- Meningkatkan risiko stroke 2-3 kali lipat
- Dihubungkan dengan hipertensi dan diabetes
8. Kurang asupan serat
Pada tubuh yang kurang asupan serat, akan turut membuat kadar gula darah menjadi tidak stabil, sehingga memicu munculnya penyakit diabetes. Tak hanya itu, tubuh yang kekurangan serat, juga bisa meningkatkan risiko kolesterol tinggi, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan stroke.
Apakah Stroke Bisa Dicegah?
C : Cek kesehatan rutin (awasi tekanan darah dan kolesterol)
E : Enyahkan asap rokok
R : Rajin aktivitas fisik (teratur olahraga)
D : Diet seimbang (gizi seimbang dan tidak gemuk)
I : Istirahat cukup
K : Kelola stress
Jangan sampai STROKE!!!
- Stroke terjadi karena akumulasi faktor risiko
- Stroke dapat dicegah
- Stroke dapat diobati
- Kenali faktor risikonya
- Kendalikan seoptimal mungkin
Stroke adalah kondisi dimana beberapa sel pada otak mengalami kerusakan sehingga mempengaruhi kinerja dan fungsi tubuh kita. Karena seperti yang kita ketahui, otak merupakan pusat kontrol dari seluruh tubuh kita. Foto ini menunjukkan hasil bedah otak yang dilakukan pada jenazah pasien stroke yang selamat. Dapat dilihat, sel pada otak yang rusak dan harus diangkat. Hal ini disebabkan karena proses regenerasi sel pada otak tidak optimal dan akhirnya sel pada otak mengalami degenerasi karena sel-sel tidak dapat diperbarui sesuai waktunya.
Cara mencegah stroke:
- Kurangi konsumsi garam
- Mengkonsumsi buah-buahan untuk mengurangi lemak jahat
- Hidup aktif dan olahraga secara teratur
- Hindari makanan berlemak
- Mengkonsumsi SOP Subarashi untuk melancarkan peredaran darah dan meregenerasi sel-sel yang rusak
4 Faktor Gangguan Pembuluh Darah di Usia Muda :
1. Infeksi di Pembuluh Darah
Pecahnya pembuluh darah merupakan salah satu kondisi yang mengancam nyawa, yang umumnya terjadi pada orang yang berusia di atas 40 tahun.
Namun bukan tidak mungkin pecahnya pembuluh darah terjadi pada usia muda. Salah satu faktornya adalah inflamasi atau peradangan pada pembuluh darah yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.
2. Trauma Kecelakaan
Pada umumnya pembuluh darah pada mereka yang berusia muda bersifat elastis seperti balon, sehingga tekanan baik dari dalam atau luar tidak akan membuatnya pecah. Pecahnya pembuluh darah di usia muda juga dapat diakibatkan oleh trauma. Lebih tepatnya trauma fisik yang didapat dari kecelakaan.
3. Bawaan Lahir / Genetik
Pecahnya pembuluh darah di usia muda juga dipengaruhi oleh faktor genetik yang sudah dibawa sejak lahir. Orang tersebut biasanya sudah memiliki kelainan pembuluh darah sejak kecil, sehingga resikonya semakin meningkat seiring bertambahnya usia.
4. Pola HIdup yang Buruk
Pola hidup yang buruk sangat mempengaruhi kesehatan dari pembuluh darah seseorang. Pembuluh darah pun bisa tetap sehat pada orang berusia lanjut. Caranya dengan mengatur gaya hidup sehat sedari muda, mengatur pola makan. Dan beroahraga teratur.
SOP Subarashi mempunyai manfaat untuk meregenerasi sel yang rusak pada tubuh anda. Membantu menurunkan gula darah dan menstabilkan tekanan darah ke arah normal pada penderita hipertensi, sehingga dapat membantu untuk mengurangi risiko terkena penyakit stroke. Selain itu juga mempunyai paten memperbaiki sirkulasi darah untuk membantu peredaran darah ke seluruh tubuh agar tetap lancar.